Tampilkan postingan dengan label An-Nisa'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label An-Nisa'. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Bidadari 'Adn




Bunda..

Sayup sendu kerinduan

Terajut indah dalam doa

Tiap munajat tersisip nama

Kau..Wanita yang kucinta

Bunda..

Abadi sudah dalam minda nanda

Kau yang anggun dan izzahnya terjaga

Bertitah tanpa wacana namun bijaksana

Tertawa tanpa selaksa tapi mempesona

Bahkan tangis pun tanpa airmata namun membahana

Bunda..

Usiamu kini semakin senja

Namun kasih itu justru semakin nyata

Karna tulusmu slalu mampu menembus sanubari nanda

Bunda..

Nanda yang hanya mampu mengurai dengan selisih

Membingkai pribadimu yang penuh kasih

Wajahmu penuh gerut letih

Semakin berteman rambutmu dengan putih

Tiap langkah kakimu kini kian tertatih

Tapi nanda percaya CINTAmu tak pernah kan ringkih


Bunda..

Kau rengkuh aku, ketika ku mulai melanglang tinggi jauh dari pijakan

Kau seru aku, ketika ghirahku menggebu dalam keberanian

Kau pimpin aku, saat dunia serasa tak berkawan

Bunda..

Tahukah engkau bahwa sesungguhnya

Eluh ini hanya kering dengan jemarimu

Luka ini hanya sembuh dengan petuahmu

Dan hati ini hanya akan tenang dengan simpul senyummu

Bunda..

Izinkan aku bertanya tentang mereka

Mereka yang tak kukenal, selain sosokmu

Mutiara mana yang melebihi keindahan tutur katamu ?

Mata air mana yang melebihi beningnya batinmu ?

Taman mana yang melebihi harumnya akhlakmu ?

Awan mana yang melebihi putihnya hatimu?

Dan, Cendikiawan mana yang melebihi dahsyatnya pengaruh ilmumu padaku ?


Bunda..

Sekali lagi aku bertanya tentang mereka yang di sebut wanita

Wanita mana selain mu wahai Bunda

Yang memiliki cinta tak berbatas

Yang memiliki pesona begitu khas

Yang memberi kasih tak harap balas

Yang menanam budi tak pinta bekas


Bunda..

Dapatkah ku temui arif teladan

Sedang kau saja lambang kesempurnaan penciptaan

Bahkan Rabb Ar-Rahman

Dan Rasul junjungan alam

Meninggikanmu atas nama kasih sayang


Bunda..

Cukuplah mungkinku terka kepastian tentangmu

Aku bahagia adalah citamu

Aku jaya adalah misimu

Aku berguna adalah tujuanmu

Aku shalehah adalah hasratmu

Cukup semua itu

Agar asa tertinggimu terpenuhi

Aku dan engkau bertemu dalam Rahmat Illahi

Bersama dalam surga dan cinta Rabbi


Bunda..

Semoga illahku selalu memberimu perlindungan

Di sisi mentari maupun bulan

Tak kira berbilang masa sempit ataupun lapang

Tercurah Rahmat dan RidhoNya tanpa batasan

Menjadi Bidadari dalam jannah ‘Adn



Humaira Ummu Zahra
_____@Gubuk Hijau Penuh Cinta
12 Safar 1434 H -25 Desember 2012


Read more...

Selasa, 04 Desember 2012

Elegi Rindu


Bismillahirrahmanirrahim.....



Sungguh aku rindu

Pada bulir-bulir cinta yg pernah kita tuai dahulu

Ranum dan harum wanginya

Semerbak tak berbatas daya


Sungguh aku rindu

Pada hangat tangis dan tawa

Namun tetap dalam satu irama

Mereka bergelayut mesra menyatu dalam drama nyata


 

Sungguh aku menanti

Masa jaya ukhuwah kita terulang lagi

Kala taat adalah utama

Nasehat selalu dinanti hadirnya


Sungguh aku menunggu

Detik buncahan cinta kita kembali utuh

Kala kasih sayang adalah kebutuhan utama

Saat aku dan engkau melebur menjadi kita

Pecah mungkin tidak, Retakpun aku tak yakin

Hanya kebeningannya tlah jauh mengusam

Tidakkah aku berhak gusar?

Karena sebuah garispun adalah kolaborasi kesatuan titik-titik kecil


Riuh kerinduan ini hampir memekakkan telinga

Namun, lidah ini ba’ terperangkap dalam peti

Kelu dan tak mampu menyenandungkan elegi

Sesekali eluh angkat bicara

Akan harap dan rasa yang senantiasa terbata


Wahai Rindu…

Tetaplah sabar bersamaku

Kini, aku dalam skenario-Nya hanya mampu berjalan

Sembari sesekali menilik celah, mencari makna


Semoga masih ada disana jejak-jejak lincah ukhuwah kita

Hingga saat Rabbukum berkehendak atas kita

Aku mampu tersenyum bahagia

Menyaksikan bingkai indah jannah di dunia


Biarkan Sabar dan Rindu menyatu dan menunggu

Hingga kelak di ujung waktu

Asa ini membawa Kisah dalam catatan haru

Jika takdir memilih  angan ini sebatas mimpi.

Ku ingin mimpi ini slalu dan senantiasa abadi.





 

                                    #jiwa penuh kerinduan pada cengkrama ramah ukhuwah kita

Humaira_Ummu_Zahra
____@Gubuk Hijau Penuh Cinta

20 Muharram 1434 H - 4 desember 2012



Read more...

Senin, 08 Oktober 2012

aku masih bertanya dan mencoba


Dalam keanggunan malam
Dan kerapuhan siang
Aku masih bertanya...
tentang cinta, megenai kasih
menyangkut rasa
sulit terbaca, tak mampu ku terka

Aku tetap mencoba...
Berlindung di balik gelap malam
mengintip semarak senyum bulan
namun makna itu semakin samar

Aku tetap mencoba...
Menilik di tegasnya siang
namun silau pesona mentari
semakin membuatku berhenti

Allah.....
rahasia ini semakin sulit ku temui
bahkan berucap tentangnya
ku masih mengeja
ku masih terbata
lalu.. bagaimana bisa ku jabarkan
sedang bayangnya saja
tak sanggup ku bingkaikan

Allah.....
teka teki ini semakin rumit
dan aku mulai letih
andai dapat aku menyerah sampai disini
tapi.. nyata bahwa kau takkan melepasku begitu saja

Allah.....
bila masih tersisa asa itu
maka, hujamkan di hati hamba
bahwa ianya adalah karunia terindah
disaat terindah, dengan jalan terindah
dari Sang Maha Indah

Cintaku....
aku disini tengah mengejar keindahan hatimu
berlari untuk menemukan titik setara
agar kelak siapnya diri karna padunya iman kita
bukankah begitu janji Rabb kita?



Humairaa Ummu Zahra 

_____@ Gubuk Hijau Penuh Cinta
29 Oktober 2011


Read more...

Maaf atas mu...


Maaf...
ikhwan sepertimu memang sudah biasa
hampir dapat ku temui di setiap sudut kota
berfikir hanya sebatas logika
hampir selalu lupa entah sengaja
bahwa setiap detik peristiwa
ada hikmah dan campur tangan-Nya

Maaf...
bukan memandang rendah apalagi menghina
tapi ini semua agar kau kembali ke jalanNya
berhentilah menjadi hamba dunia
sadarilah bahwa semua ini fana
takkan kau dapati bahagia
bila hanya mengeluh dan menyalahkan masa
sedang usaha kadang tak kau barengi doa

Maaf...
aku mencari imam bukan karena harta
dan bukan hanya bermodal cinta
ku butuh ia yang teguh pada agama
membangun setia, saling percaya dan cinta
diatas dien dan Lillahi ta'ala

Maaf...
bukan membandingkan kau dengan mereka
tp sadarlah kau yang tlah jauh dari jalanNya
5 waktu sering alpa
apalagi sekedar tuk berjamaah dimushalah
lalu bagaimana kelak kau mendidik mujahid wa mujahidah kita?

Maaf...
sekali lagi aku hanya mencari bahagia
bahagiaku lepas dari neraka
bahagiaku meraih surga
dan semua itu hanya angan belaka
bila ku tak pandai memilih nahkoda rumah tangga

Maaf...
biarkan ku melangkah dan terus maju
memperbaiki diri dan imanku
agar ku dapat melayani imamku
mendidik tentara juang agamaku
berbakti pada pintu-pintu surgaku
dan menjadi ummat yang membuat tersenyum Rasulku
serta hamba yang kelak dapat melihat Rabbku



Humairaa Ummu Zahra
______@ Baiti Jannati
12 Mei 2011

Read more...

Wanita...

Wanita…
Makhluk indah dengan sejuta pesona
Ayu engkau karena taat pd Pencipta
Jelita engkau karena minda
Cantik engkau karena santunnya
Anggun engkau karena budi bahasa

Wanita…
Tercipta engkau dari rusuk lelaki
Bukan dari kaki untuk dialasi
Bukan dari kepala untuk di junjung tinggi
Tapi dekat dengan bahu untuk dilindungi
Juga dekat dengan hati untuk dikasihi

Wanita…
Lebih mulia engkau dari kaum pria
Bahkan Rasul melebihkanmu dalam sebuah sabda
Tiga banding satu dengan lelaki
Karena jasamu antara hidup dan mati
Sebagai bukti agungnya engkau di Dien ini

Wanita…
Hidupkan generasimu dengan tarbiyah
Ciptakan insan Rabbani yang haus ilmu dan berkah
Siapkan mereka menjadi Mujahid dan Mujahidah
Didik mereka agar teguh menjadi Khalifah
Buktikanlah Kau benar-benar perhiasan dunia paling indah



Humairaa Ummu Zahra
_____@ Baiti Jannati
11 Mei 2011
Read more...

Kamis, 04 Oktober 2012

Wanita Penghuni Surga itu....

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.

Humaira Ummu Zahra
___ Istana Berpagar Kayu


Read more...
 

Blog Template by YummyLolly.com - Header made with PS brushes by gvalkyrie.deviantart.com
Sponsored by Free Web Space